Amalan Shalawat Sahabat, Para Imam, Waliullah, Auliya wa Shalihin (7)

Inilah kita, 14 abad telah berlalu sepeninggal wafatnya Rasulullah S.a.w, namun tak akan bisa memutus cinta dan kerinduan kita kepada Nabi Muhammad S.a.w. Empat belas abad jarak antara kita dengan Rasulullah S.a.w, namun cinta kita tidak bisa terputus oleh jarak sepanjang itu. Kita tetap mencintai Nabi Muhammad S.a.w. Kita tidak melihat Rasul, tidak berkumpul dengan Rasul, tidak mendengar suara Rasul. Tetapi kita mencintai Nabi Muhammad S.a.w. Inilah yang paling menggembirakan hati Sang Nabi. Tidak ada yang lebih menggembirakan Beliau daripada para umatnya yang mengikuti sunnah Beliau S.a.w.

Allah S.w.t amat menyayangi makhluk-Nya, firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi Muhammad dan ucapkanlah penghormatan kepadanya.”. Inilah panggilan Rabbul Alamin bagi hamba-hamba-Nya untuk masuk ke dalam limpahan Rahmat dan Karunia-Nya, masuk ke dalam kelompok para malaikat yang dekat dengan-Nya, yakni mereka yang bershalawat dan mengucap salam untuk Nabi Muhammad S.a.w.

Dan panggilan ini hanya untuk orang-orang beriman, ini menunjukkan suatu keistimewaan dimana yang bershawalat dan salam ini adalah bagiannya mereka yang telah dekat dengan_Nya, yakni orang-orang yang beriman. Maka Ini memperlihatkan bahwa mereka yang banyak bershawalat adalah mereka yang paling kokoh dan mantap keimanannya.

Dan siapakah mereka yang banyak bershalawat? tentu saja yang senantiasa mengingat Beliau S.a.w, dan tak ada yang dapat mengalahkan ingatan dari seorang pecintanya. Seorang pecinta tak akan pernah luput dan lalai ingatannya kepada yang dicintai. Inilah diantara samudera makna mengapa Nabi S.a.w mewajibkan kita agar mencintainya. Agar kita dapat memahami hakikat sebuah cinta, dimana ‘rasa cinta’ adalah bagian ‘terkuat’ yang ada pada diri manusia, dan ini sangatlah berbahaya bila jatuh kepada hal lain selain yang dapat membawanya kepada keridha’an Allah S.w.t.


Shalawat ke-72


Artinya: "Ya Allah, dengan-Mu aku bertawassul, dari-Mu aku meminta, kepada-Mu dan karena-Mu dan karena-Mu-bukan karena sesuatu Diri-Mu aku rindu. Aku tidak meminta dari-Mu selain Diri-Mu dan tidak meminta dari-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku bertawassul kepada-Mu dalam perkenan itu dengan wasilah, yang teragung dan keutamaan yang terbesar; yakni Sayyidina Muhammad, manusia pilihan, orang yang suci dan diridhai, serta Nabi pilihan. Dengannya aku memohon kepada-Mu agar Engkau memberikan shalawat kepadanya dengan shalawat yang bersifat abadi, lestari, dan mandiri; serta bersifat Ilahiyah dan Rabbaniyah, dimana ia menyaksikan bagiku hal itu di dalam mata ke-sempurnaanya dengan kesaksiannya makrifat terhadapanya; juga kepada keluarganya dan para saha-batnya. Sebab, Engkaulah penolong atas itu. Tiada upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.".

Shalawat ke-73


Artinya: "Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Ahmad, utusan-Mu. Aku memohon kepada-Nya, ya Allah, dengannya, dan dengannya aku memohon kepada-Mu; agar Engkau melimpahkan shalawat kepadanya; dengan shalawat yang hakiki, untuk mengkhususkan dengannya, yang umum dalam seluruh kesatuan huruf dan nama serta dalam seluruh tingkatan akal dan ilmu; dengan shalawat yang berkesinambungan, yang tidak mungkin dipisahkan dengan cara dicoba atau sara lainnya, bahkan mustahil secara akal maupun naqli; juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak kepadanya.".

Shalawat ini dan shalawat sebelumnya (yang ke-72) berasal dari sumber yang sama yaitu, dari 'Arif Rabbani, Sayyid Muhammad Wafa' Al-Syadzili R.a., yang tertulis dalam kitab Masaliku al-Hunafa'.

Shalawat ke-74


Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah Shalawat, Salam, dan berkah, kepada orang yang karenanya seluruh alam menjadi mulia; limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang Engkau tampakkan dengannya petunjuk kebajikan, limpahkanlah shalawat, salam dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang telah menjelaskan bagian terkecil dari Al-Quran, limpahkanlah Shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad, pemimpin orang-orang terkemuka dan penyebab keberadaan setiap manusia, dan limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang membangun tiang-tiang syariat bagi alam manusia dan jin, yang menjelaskan perilaku tarekat bagi orang-orang yang bertanya, dan yang merumuskan ilmu-ilmu hakikat bagi orang-orang arif

Limpahkanlah ya Allah, shalawat, salam, dan berkah kepadanya dengan shalawat yang sesuai dengan kedu-dukannya yang mulia dan derajatnya yang tinggi. Lim-pahkanlah kesejahteraan yang banyak dan selalu. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang telah menghiasi mah-ligai hati, menampakkan rahasia yang gaib, dan pintu semua yang dipinta. Limpahkanlah ya Allah, shalawat dan salam kepadanya selama matahari menyinari alam Lim-pahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada orang yang telah mengucapkan kepada kami dengan ban-tuannya, kedermawanan. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang mendekatkan orang-orang jauh diantara kami ke hadirat Rabbaniyah, dan membawa orang-orang yang dekat dari kami ke maqam ilahiah yang tidak berujung. Limpahkanlah ya Allah, sha-lawat kepadanya dengan shalawat yang melapangkan dada, memudahkan urusan, dan menyingkap tabir, serta limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak, sampai Hari Kiamat. Amin."

Shalawat di atas adalah yang dibaca oleh Sayyid Mushtafa Al-Bakri di saat mengakhiri wiridnya yang dikenal dengan Wird al-Sikhr.

Shalawat ke-75


Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad dengan semua shalawat yang Engkau sukai baginya, dan dalam setiap waktu yang Engkau sukai atasnya.

Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada Sayyidina Muhammad dengan semua kesejahteraan yang Engkau sukai baginya, dan dalam setiap waktu yang Engkau sukai atasnya, Shalawat dan salam semoga selalu (tercurah) menurut keabadian-Mu, sebanyak jumlah yang Engkau ketahui, setimbang dengan apa yang Engkau ketahui, se-penuh apa yang Engkau ketahui, dan sebanyak tinta ka-limat-Mu, serta berlipat-lipat ganda dari itu.

Ya Allah, bagi-Mu-lah pujian dan syukur sebanyak itu pula, atas semua itu dan di dalam semua itu; juga kepada ke-luarganya, sahabat-sahabatnya dan saudara-saudaranya."

Shalawat ini berasal dari Sayyid Murtadha Al-Zubaydi.

Shalawat ke-76 (Shalawat Imam Al Hanbali)


Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang menjadi pintu yang disaksikan bagi kami di sisi Allah, dan yang menjadi tirai yang tertutup di sisi musuh-musuhnya, juga kepada keluarga dan para sahabatnya.".

Shalawat ke-77


Artinya: "Ya Allah, aku memohon dengan asma-Mu yang agung yang tertulis dari cahaya Wajah-Mu yang Maha-tinggi dan Mahabesar; yang kekal dan abadi, di dalam kalbu Rasul dan Nabi-Mu, Muhammad; aku memohon dengan asma-Mu yang agung dan tunggal dengan kesatuan yang manuggal, yang Maha Agung dari kesatuan jumlah, dan yang Maha Suci dari setiap sesuatu -dan dengan hak Bismillâhirrahmânirrahîmi, Qul Huwallâhu ahad, Allâhu al-Shamad, lam Yalid wa lam Yûlad, walam Yakun lahu Kufwân Ahad, semoga Engkau melimpahkan shalawat kepada junjungan kami, Muhammad, rahasia kehidupan yang ada, sebab terbesar bagi yang ada, dengan shalawat yang menetapkan iman dalam hatiku, dan mendorongku agar menghafalkan Al-Quran, memberikan pemahaman bagiku dari ayat-ayatnya, mem-bukakan bagiku dengannya cahaya surga dan cahaya nikmat, serta cahaya pandangan kepada wajah-Mu yang mulia, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Limpahkan pula salam sejahtera kepadanya."

Shalawat ini dan yang sebelumnya (yang ke-76) adalah berasal dari Al-'Arif Billah Sayyid Taqiyyuddin Al-Hanbalî.

Shalawat dari Al Habib Umar bin Hafidz

Pesan dari yang mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, (terutama) selama bulan Rabiul Awal, setidaknya membaca shalawat berikut ini sebanyak 3000 kali.

اَللَّهُمَّ يَا نِعْمَ الَموْلَى وَ يَا نِعْمَ النَّصِيْر صَلِّ وَ سَلِّمْ عَدَدَ عِلْمِك عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مَنْ جَعَلْتَهُ لَناَ حِرْزاً حَرِيْزًا، وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ انْصُرْنَا بِهِ وَ المُسْلِمِيْن بِأَسْرَارِِ “وَ يَنْصُرٓكٓ اللُه نَصْراً عَزِيْزًا”

Artinya: "Ya Allah, Wahai Tuhan Sebaik-baiknya Pembela dan Sebaik-baiknya Penolong, limpahkan shalawat dan salam-Mu sebanyak pengetahuan-Mu atas Sayyidina Muhammad yang Engkau jadikan bagi kami sebagai benteng yang kokoh dan juga atas keluarga dan para sahabatnya, dan dengan berkat Beliau berikan pertolongan-Mu untuk kami dan untuk kaum muslimin serta berkat rahasia firman-Mu yang berbunyi “dan sungguh Tuhanmu akan membelamu dengan pembelaan yang hebat”.".

~ Tammat ~


Baca Halaman Sebelumnya: Bagian 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6
Previous
Next Post »

1 Komentar:

Write Komentar
Soleh Nugraha
AUTHOR
12 April, 2018 delete

Alhamdulillah,ijin mengamalkan...semoga manfaat dan barokah dari yang diamalkan tercurah juga bagi antum.

Reply
avatar