Kisah Ampunan Allah Untuk Nabi Adam A.S

"Dan ketahuilah, jika tidak karena Muhammad kekasih-Ku itu, Aku tidak akan menciptakanmu."

Adam adalah lambang penciptaan, karena ia yang pertama diciptakan dari unsur manusia. Adam juga merupakan suatu 'simbol' kesalahan, karena beliau pula yang pertama kali melakukan dosa terhadap Tuhan yang Maha Kuasa, Allah S.w.t. Ia telah memakan buah larangan (buah khuldi), berdasarkan "rayuan" Hawa yang sebelumnya telah termakan rayuan syetan. Maka jadilah ia sebagai pendosa pertama dari unsur manusia.

Setelah melakukan kesalahan itu, Nabi Adam A.s meratap pada Allah, mengakui seluruh dosa-dosanya dan memohon ampunan kepada Allah S.w.t.

"Tuhanku, aku memohon kepada-Mu atas nama Muhammad (S.a.w), tidakkah engkau berkenan mengampuniku?.".

Nabi Adam meratapi kesalahannya dan memohon ampunan dengan mengatasnamakan Muhammad Rasulullah S.a.w, sang Nabi akhir zaman.

Allah S.w.t berfirman: "Hai Adam, dari mana kau tahu nama Muhammad? Padahal Aku belum menciptakannya. Aku juga belum pernah menyebutkan nama itu di depanmu?.".

Serta-merta Adam berujar: "Tuhanku, memang benar aku belum pernah mendengar namanya, apalagi bertemu dengannya. Aku juga bukan orang yang tahu tentang banyak hal, karena hanya Engkau-lah yang Maha Mengetahui. Namun setelah Engkau menciptakanku dengan tangan-Mu dan Kau tiupkan ruh-Mu kepadaku, aku angkat kepalaku, dan aku melihat sebuah prasasti di atas tiang-tiang penyangga arsy.".

Adam terdiam sejenak, "Aku lihat di atas tiang-tiang penyangga arsy itu sebuah tulisan besar: 'La ilaha illallah Muhammadurrasulullah'. Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasulullah.", lanjut Adam.

"Lalu aku tahu, tentu nama yang Engkau sandingkan di sisimu itu adalah nama makhluk yang Engkau cintai. Maka aku pun meyakini dengan sepenuh hati, bahwa Muhammad S.a.w adalah kekasih-Mu. Sehingga aku yakin, dengan memohon atas namanya, Engkau akan mengampuniku." ratap Adam.

"Engkau benar, Adam. Muhammad adalah makhluk terkasih-Ku. Karena kau memohon ampun atas namanya, maka Aku mengampunimu.". Firman Allah S.w.t kemudian, "Dan ketahuilah, jika tidak karena Muhammad kekasih-Ku itu, Aku tidak akan menciptakanmu.".

Sungguh, segala kemuliaan hanya untuk Rasulullah Muhammad S.a.w.

~ Wassalam ~

Rahasia Shalawat Nabi ~ Muhammad Syukron Maksum dan Ahmad Fathoni el-Kaysi

Previous
Next Post »

2 Komentar

Write Komentar
24 March, 2018 delete

Assalamualaikum ustaz,terimakasih kerana sudi mencurahkan ilmu AlQuran,maaf ya ustaz,diperenggan akhir kisah Nabi Adam As,disurah apa dan ayat yang keberapakah boleh rujuk diAlQuran, Wassallam

Reply
avatar
24 March, 2018 delete This comment has been removed by the author.
avatar