Menghibur Hati Yang Duka

Menyenangkan orang lain yang sedang menggalami kesulitan termasuk amalan yang dapat menjadikan sesorang masuk sorga


Sy. Ibnu Umar R.A mengatakan, bahwa Nabi Muhammad S.A.W bersabda, “Barang siapa yang ingin dikabulkan doanya dan dihilangkan kesusahannya, maka hendaklah ia melapangkan hati orang yang sedang kesulitan.” (HR. Ahmad).

Upaya menghibur dan menyenangkan hati sesama muslim itu sangatlah besar manfaatnya. Yaitu bagaimana cara seseorang dalam membantu saudaranya yang seiman untuk menghilangkan kesedihan yang sedang dialami.

Semisal saat mendapati seorang kawan yang sedang sedih dan galau, maka diajak dialog sehingga hilanglah kegalauannya itu. Atau sedang mengalami kesulitan ekonomi, maka dibantu keuangannya. Atau sedang kesulitan menghadapi permasalahan menghadapi pihak lain, maka dibantu negoisasi untuk menyelesaikannya, demikian dan sebagainya.

Sy. Abdullah bin Amr bin Ash R.A mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad S.A.W bersabda, “Barang siapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaklah benar-benar mengusahakan apa yang menjadi cita-citanya, yaitu ia harus beriman kepada Allah dan hari akhir, juga menggembirakan hati orang lain, sebagaimana ia sendiri bergembira apabila dibuat seperti itu.” (HR. Muslim).


Membantu dan menghibur serta menyenangkan orang lain
yang sedang menggalami kesulitan, selagi masih dalam koridor aturan agama,
termasuk salah satu amalan yang dapat menjadi modal sesorang untuk masuk sorga.


Terkadang ada orang yang kurang ahli dalam berdzikir kepada Allah dengan berlama-lama karena tersita oleh kondisi pekerjaan hariannya, atau kurang ahli dalam beribadah shalat sunnah, puasa sunnah, bersedekah harta dan sebagainya dikarenakan kondisi pribadinya yang kurang mendukung, maka tentunya masih banyak metode lain untuk dapat menghibur saudaranya yang sedang berduka, misalnya dengan mengajak diskusi face to face, atau mengirim tulisan, atau mengajaknya ke suatu tempat sekira dapat menghibur dirinya namun tetap bernilai ibadah.

Dalam kehidupan Rasulullah S.A.W sehari-hari, beliau sering mempraktekkan upaya menggembirakan para shahabat yang beliau temui, tanpa harus mengeluarkan modal harta.

Namun beliau sebagai seorang rasul yang diberi oleh Allah berupa mu’jizat atau kemampuan lebih, maka beliau S.A.W memanfaatkan mu’jizat tersebut untuk mengembirakan orang lain. Sebagaimana yang diinfokan oleh Sy. Abu Ibrahim R.A atau yang dikenal dengan nama Sy. Abdullah bin Abu Aufa beliau menyatakan:

“Rasulullah S.A.W menyampaikan berita gembira kepada St. Khadijah R.A, bahwa ia akan mendapatkan rumah di surga yang terbuat dari mutiara. Di dalamnya tidak ada keributan dan tiada kesukaran.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Tentunya nilai upaya menghibur dan menyenangkan orang lain itu, sangat berbeda dengan orang yang senang memposisikan diri menampakkan kegembiraan, saat melihat ada saudaranya sesama muslim yang sedang kesusahan.

Dalam hal ini Sy. Watsilah bin Al-Asqa’ R.A pernah mengatakan, bahwa Nabi Muhammad S.A.W bersabda: ”Apabila engkau bergembira melihat kesusahan yang menimpa saudaramu, maka Allah akan mengasihi saudaramu itu dan akan memberi cobaan kepada dirimu.” (HR. Muslim).

~ KH. Luthfi Bashori ~
FB Page: Luthfi Bashori
Official Site: www.pejuangislam.com
Previous
Next Post »