Mencintai dan Mengagungkan Nabi Muhammad S.A.W

"Cinta yang melekat dalam hati sahabat kepada Nabi, laksana darah yang telah menyatu dengan daging, tidak akan lepas dan hilang sampai akhir hayatnya"

Mencintai dan mengagungkan serta mengikuti jejak Nabi Muhammad S.A.W adalah perintah Ilahi. Dengan kekuatan cinta, sang pecinta akan mencari dan menelusuri kehidupan Sang Panutan mulai lahir sampai wafat.

Allah S.W.T berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah".

Arti cinta tidak hanya digambarkan dalam bentuk naluri saja, melainkan disertai dengan mengikuti jejak dan etika Nabi Muhammad S.A.W. Dan hal itu bisa diwujudkan dengan mengedepankan ajaran-ajaran yang diturunkan kepada Beliau di atas segalanya sehingga tak tergoyahkan oleh rintangan-rintangan yang menghadangnya, makna inilah yang dikatakan Nabi Muhammad S.A.W dengan sebutan "حلاوة الإيمان" (manisnya iman).

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ(رواه البخاري

Artinya: "Ada tiga perkara seseorang akan menemukan manisnya iman, menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari yang lainnya, mencintai sesama muslim karena Allah, dan membenci sahabat karib yang murtad sebagaimana ia membenci apabila ia dimasukan kedalam api neraka".

Dari makna pertama inilah para Sahabat berlomba-lomba untuk mendapatkan manisnya iman, bahkan mereka lupa atas nyawanya sendiri demi membela Sang Kekasih sebagaimana yang dilakukan oleh Sahabat Abu Bakar R.a.

Suatu ketika Nabi Muhammad S.A.W melewati perkampungan Quraisy. Mereka tak segan-segan mengejek dan melemparinya dengan batu sampai jasad Beliau penuh dengan darah. Kemudian datanglah Sayyidina Abu Bakar R.a untuk menolong Beliau dari lemparan kaum Quraisy sehinnga lemparan tersebut tertuju kepadanya sampai beliau tidak sadarkan diri. Datanglah keluarganya untuk menyadarkannya.

Begitulah, karena cinta yang sudah melekat dalam benak seorang mukmin yang mencurahkan segala tenaga dan kemampuan demi membela Nabi tercinta, Nabi Muhammad S.A.W. Saat sadar beliau lupa dengan jasadnya yang penuh dengan luka dan darah, melainkan langsung ingat dan bertanya keadaan kekasihnya Nabi Muhammad S.A.W. Keluarga Abu bakar merasa heran dengan sikapnya yang selalu membela Rasulullah sampai seperti itu. Sehingga mereka berkata, "Engkau gila wahai Abu Bakar! Engkau tidak sadarkan diri demi membela Muhammad, tapi setelah sadar engkau malah bertanya keaadan sahabatmu dan lupa dengan dirimu".

Cerita ini merupakan bentuk cinta yang melekat dan mengkristal dalam hati laksana darah yang telah menyatu dengan daging, tidak akan lepas dan hilang sampai akhir hayatnya. Ini bukan khayalan atau buatan melainkan kenyataan dari kehidupan para sahabat Rasulullah S.A.W sehingga mereka mendapatkan ridha dari Allah S.W.T sebagai mana difirmankan oleh Allah S.W.T dalam surat At Taubah ayat 100:

(وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْـرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيـهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ)

Artinya: "Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) di antara orang-orang Muhaajiriin, Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridlo kepada mereka dan mereka pun ridlo kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selamanya. Itulah kemenangan yang agung.".

Dari sini bisa disimpulkan, bahwa mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad S.A.W termasuk bagian penting dari pada iman. Allahu a'lam bisshowaab
 

~ Ja'far Atthoyyar - www.himmahfm.com ~


Baca juga:
Lazimkan Shalawat Sebagai Dzikirmu
Maulid Nabi - Majelis Mulia
Previous
Next Post »