Menyayangi Semua Mahluk

"Siapa memandang pelaku maksiat dengan pandangan kebencian (tanpa harapan agar ia bertobat), Ia telah keluar dari jalur syariat yang benar." ~ Abdullah Al Maghribi ~

Ketika memandang pembuat dosa, Ma'ruf Al Karkhi mendoakannya agar mendapatkan ampunan dan mengharapkan agar orang tersebut mendapat rahmat Allah. Dia berkata, "Sesungguhnya Allah mengutus Rasulullah Muhammad S.A.W untuk menyelamatkan manusia dan menyayangi mereka, sedangkan setan diutus untuk menghancurkan manusia dan membinasakannya, setan merasa gembira jika melihat mahluk dalam keadaan celaka.".

Sekelompok orang mendayung sebuah sampan kecil di sungai Tigris. Sampan itu lewat di depan Ma'ruf dan muridnya. Ternyata mereka membawa khamar dan barang-barang haram. Muridnya berkata kepada Ma'ruf, "Mengapa Tuan tidak berdoa kepada Alah agar menimpakan bencana kepada mereka?"

Ma'ruf segera berdoa, "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membuat mereka bergembira di dunia, jadikanlah mereka bergembira pula kelak di akhirat". Sang murid berkata, "Aku memohon kepada Tuan agar mendoakan kejelekan bagi mereka, akan tetapi, mengapa Tuan mendoakan kebaikan bagi mereka?"

Ma'ruf berkata, "Aku berlindung kepada Allah dari mendoakan kejelekan bagi sesama umat Islam."

Para sufi senantiasa menyayangi orang-orang islam, baik yang taat maupun yang berbuat maksiat. Mereka juga mendoakan semua binatang. Manusia paling penyayang adalah Rasulullah S.A.W. Tidak mengherankan jika orang-orang suka mendekati Beliau dan berkumpul bersamanya daripada berkumpul bersama keluarga mereka sendiri.

Apabila Umar bin Abdul Aziz keluar rumah dan mendapatkan para pengawalnya tertidur semua, dia menggantikan menjaga mereka semalaman. Namun, hal itu tidak diketahui oleh mereka.

Diriwayatkan bahwa Nabi Musa A.S pernah berdoa, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku mahluk yang paling mencintai-Mu"

Allah berfirman, "Wahai Musa, mahluk yang paling mencintai-Ku adalah orang yang jika mendengar saudaranya tertusuk duri, ia merasa sedih seakan-akan duri tersebut menusuknya pula."

Abu Abdillah bin 'Aun berkata, "Sesuatu yang paling pertama diangkat dari umat ini adalah rasa kasih sayang dan kesantunan jiwa.". Hasan Al Bashri berkata, "Di antara ciri wali abdal adalah menyayangi semua umat islam, yang berbuat taat dan yang berbuat maksiat.".

Alkisah, ada seorang nenek pada zaman Israil meninggal dunia. Orang saleh di kalangan mereka mimpi bertemu dengannya. Ia bertanya kepada si nenek, "Apa yang diperlakukan oleh Allah kepadamu?". Si nenek menjawab, "Aku diberi karunia dan kelebihan daripada orang lain". "Kelebihan apa?"  tanya orang shaleh. Si nenek menjawab, "Aku di tempatkan pada tempat yang sangat istimewa. Di tempat istimewa itu aku ditanya oleh Allah, "Tahukah engkau mengapa Aku menempatkanmu di tempat istimewa ini?" Aku menjawab, "Tidak tahu, wahai Tuhanku." Dia berkata, "Tempat ini kau raih karena engkau mengambil seekor kucing yang kedinginan di pinggir jalan dan memasukkannya ke dalam karung. Di dalam karung tersebut kucing itu merasakan kehangatan. Maka, sebagai pahala atas perbuatanmu itu, Aku menganugerahkan tempat ini kepadamu."

Nabi Muhammad S.A.W bersabda, "Sayangilah mahluk yang ada di bumi. Maka, mahluk yang ada di langit akan menyayangi kalian.".

Wallahu Warasuluhu A'lam. Wassalam.
Previous
Next Post »